August 16, 2022

JAWAMEDIANEWS

Media Online Indonesia

Bantah Adanya Pelecehan Seksual dan Eksploitasi Ekonomi di SPI Kota Batu Risna Amalia Angkat Bicara

 776 total views,  2 views today

Kota Batu, www.jawamedianews.com – Beredarnya pemberitaan yang tengah masif saat ini, terkait adanya dugaan pelecehan, pencabulan seksual dan eksploitasi ekonomi di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Kepala Sekolah (Kepsek) Risna Amalia angkat bicara saat hadir dalam acara Podcast Kanal Anak Bangsa.

Hadir di Podcast Kanal Anak Bangsa, Kepala Sekolah (Kepsek) SPI Kota Batu Risna Amalia menegaskan, bahwa di SPI Kota Batu tidak seperti apa yang telah diberitakan selama ini. “Jadi, dari dulu hingga sekarang ini di SPI memang tidak ada dugaan pelecehan, pencabulan dan ekploitasi ekonomi seperti yang diberitakan selama ini,” tegas Risna kepada Kanal Anak Bangsa, Senin (11/7/2022).

Menurut Risna, bahwa di SPI Kota Batu baik-baik saja tidak seperti apa yang sedang santer diberitakan saat ini. “Saat ini di SPI Kota Batu sedang baik-baik saja. Bahkan ada kegiatan belajar mengajar, ekstra kulikuler life skill yang disebut juga divisi,” ungkapnya.

Disebutkanya, jika SPI Kota Batu juga dipercaya oleh Pemerintah Kamboja dan Negara Malaysia untuk menjadi percontohan dan studi banding. “SPI Kota Batu juga untuk menyekolahkan anak dari Negara Kamboja, bahkan kemarin diajak kerja sama oleh Negara Malaysia dengan berkunjung ke SPI, itu bisa dibaca di berita baik online, cetak dan televisi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dirinya mempertegas seperti resto, hotel dan lain sebagainya yang mengelola adalah yayasan dan para alumni dari SPI Kota Batu. “Jadi bukan anak-anak sekolah yang mengelolanya, akan tetapi para alumni yang dulunya sekolah di SPI, setelah lulus mereka mengabdikan diri dengan menjadi entrepreneurship di SPI,” papar Risna.

Menurutnya, Channel Youtube Kanal Anak Bangsa juga mengupas tuntas jika beragam fasilitas asrama di SPI berkualitas tinggi dan baik. “Mereka anak-anak yatim piatu dan kurang mampu yang bersekolah disini, kami sediakan asrama dengan berbagai fasilitas penunjang yang baik, agar mereka dapat nyaman belajar. Mereka juga dibekali dengan skill agar setelah lulus nanti dapat menjadi seorang entrepreneurship yang handal,” beber Risna.

Lebih lanjut Risna Amalia juga mengungkapkan, jika mulai awal sekolah berdiri, pengawas dan pembina dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur selalu datang pada setiap Minggunya. “Kedatangan pengawas dan pembina setiap Minggu itu untuk memastikan proses belajar mengajar di SPI dan sekaligus juga memastikan bahwa di SPI ini tidak ada peristiwa apapun,” urai Risna.

Bahkan, masih kata Risna, pemeriksaan dari Inspektorat Jenderal dari Jakarta selama 10 hari saat berkunjung ke SPI tersebut, juga menghasilkan hal yang baik-baik saja. “Para siswa-siswi di sana (SPI) merasa tidak bisa membendung komentar dari orang-orang (netizen-red) soal podcast, tapi mereka akan menunjukkan dengan sebuah prestasi membanggakan, dengan tujuan untuk menunjukkan selama ini tidak ada peristiwa apapun seperti yang diberitakan selama ini,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Siska Dila salah seorang siswi Alumni SPI, yang juga teman satu angkatan dengan pelapor mengatakan, bahwa selama belajar di sana (SPI) tidak ada peristiwa apapun, seperti yang diberitakan selama ini.

“Jadi, selama 14 tahun saya bersekolah dan akhirnya lulus mengabdikan diri dengan bekerja di SPI, saya tidak menemukan kejadian apapun. Semuanya baik-baik saja dan saya justru heran mengapa melaporkan,” ujar Dila pada Chanel Youtube Kanal Anak Bangsa.

Sementara itu, Heru dari Chanel Youtube Kanal Anak Bangsa juga mengaku sangat sependapat dan setuju sekali, jika tetap harus fokus mempertahankan prestasi bagi para murid-murid yang bersekolah di SPI Kota Batu.

“Tentunya, kita menjawab itu (berita-red) dengan tetap berprestasi dan karya nyata itu sangat luar biasa sekali. Jadi, jangan pernah berhenti untuk selalu berjuang demi tumbuh kembangnya tunas anak bangsa,” tandasnya mengakhiri podcast Kanal Anak Bangsa. (Eko)