June 26, 2022

JAWAMEDIANEWS

Media Online Indonesia

LP2BN Melaksanakan Ritual Jamasan Menjelang Sumpah Hamusthi Budaya Nusantara

 973 total views,  4 views today

Blitar, www.jawamedianews.com – Walaupun diguyur hujan menjelang tengah malam, Kamis (24/3/2022) ritual Jamasan tetap dilaksanakan oleh Lembaga Pelindung Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) sebelum pelaksanaan Sumpah Hamusthi Budaya Nusantara. Ritual diikuti oleh sekitar 50 orang anggota Panitia. Bertempat di area patirtan suci Candi Palah Penataran, 200 M sisi utara candi induk.

Ritual Jamasan dipimpin oleh 3 Brahmana Pinisepuh LP2BN yakni; Romo Pinandito Lukmin (Blitar), Ki Suripto (Kediri) dan Mbah Warok (Mojokerto).

“Ini sudah menjadi bagian dari ritual adat, bahwa disetiap acara penting menyangkut hajat hidup orang banyak, maka kita wajib melakukan ritual suci Jamasan. Seperti saudara muslim kita melakukan mandi jinabah sebelum proses sholat taubat,” ujar Romo Lukmin yang juga Pimpinan Kasepuhan di PHDI Blitar Raya.

“Tujuan ritual ini untuk membersihkan diri lahir batin, tubuh dan jiwa, dengan air suci dan kembang setaman. Dilakukan di tempat patirtan suci agar supaya acara yang sudah disepakati Panitia tersebut bisa berjalan sukses dan bermanfaat bagi bangsa negara dan sebagai bentuk melestarikan Budaya Nusantara yang asli,” tambah Romo Lukmin, kepada awak media www.jawamedianews.com

Sementara itu Ketua Gerakan Siswa Pelestari Budaya Nusantara (GSPBN) Ayu Nur Firdausy siswa dari SMA Talun Blitar, disela-sela giatnya menjadi bagian Panitia Sumpah Hamusthi Budaya Nusantara. Ayu mengatakan terkait pemahaman budaya, sebelum menjadi Ketua GSPBN bahwa merasa pemahamannya masih belum luas tentang budaya.

“Saya merasa lebih luas pemahaman saya terkait budaya, setelah di GSPBN yang dibimbing langsung oleh para Pinisepuh LP2BN. Sebelumnya saya dan teman-teman menganggap bahwa budaya kita itu klenik, kuno, spiritual, aneh. Apalagi berbicara tentang keris, wayang, benda yang dianggap kuno dan tidak berguna untuk masa depan,” ujarnya.

“Budaya asing dari Korea lebih menarik bagi teman-teman karena dianggap gaul, sangat populer dan modern. Sehingga mudah diterima oleh generasi Z yang dianggap melek teknologi IT, teknologi komunikasi yang canggih,” imbuhnya.

“Saat ini saya mencoba untuk belajar memahami budaya adi luhung bangsa kita sendiri dan terus berproses, dengan ikut kegiatan budaya, menjadi bagian dari Panitia Sumpah Hamusthi Budaya Nusantara,” pungkas Ayu. (Tim Publikasi LP2BN)